• Home / Check Up / Yuk, Vaksinasi si…
Vaksinasi si Anak Berbulu Kesayangan

Yuk, Vaksinasi si Anak Berbulu Kesayangan

Ga kerasa si mama udah lahiran aja untuk yang kedua kalinya. Kali ini ada tiga ekor anak, cantik dan lucu. Eh, kok sekarang udah umur 6 minggu aja ya anak-anaknya, sibuk berkerja jadi hampir kelupaan untuk vaksinasi mereka. Tapi ditunda sebentar ga masalah dong ya? Jadi mundur dong vaksin kedua dan ketiga, dan selanjutnya? Oh iya juga ya. Tapi untuk apa sih sebenernya vaksinasi, toh juga tidak pernah keluar rumah. Seharusnya aman dong, sehat aja. Dan tiba-tiba mereka pun jatuh sakit, terkena virus yang kata dokter harusnya bisa kita cegah dan kuatkan tubuhnya untuk melawan penyakit tersebut.

Jadi, jangan berpikiran seperti ini ya sahabat penyayang hewan. Vaksinasi sangat penting untuk kelangsungan hidup mereka kedepannya. Sebagai tindakan preventif, bukan hanya untuk melindungi anak berbulu kesayangan, tapi juga pemiliknya dari resiko penyakit yang berpotensi ditularkan atau zoonosis. Nah, wajib untuk setiap pemilik hewan memahami apa saja jenis vaksinasi dan jadwal pemberiannya.

Anjing dan kucing harus mendapatkan vaksin mulai dari usia 6-8 minggu kehidupannya. Karena di usia ini antibodi maternal dari induk sudah mulai turun, dan harus sudah mendapatkan booster kembali. Tapi tidak lebih cepat dari usia tersebut, karena vaksin akan menjadi tidak efektif. Kok, bisa? Iya, karena akan terganggu oleh antibodi maternal dari si induk. Jadi, vaksinnya tidak berpengaruh.

Setalah vaksin pertama didapat anjing dan kucing di usia 8 minggu, vaksin kedua diberikan satu bulan setelahnya sebagai booster. Kemudian vaksin ketiga juga diberikan dengan jarak satu bulan setelah vaksin kedua. Nah, kita sudah melengkapi serial vaksinasi mereka, tinggal diulang setiap setahun sekali saja. Sederhana, kan.

Untuk setiap prosedur vaksinasi, dokter hewan akan memastikan bahwa kondisi hewan kita sehat dan tidak ada masalah sebelum divaksin. Karena vaksinasi memasukkan materi genetik penyakit yang sudah dilemahkan atau dimatikan ke dalam tubuh hewan, untuk menstimulasi pembentukan antibodi tubuh terhadap penyakit-penyakit tersebut. Jika hewan dalam kondisi tidak sehat, ditakutkan akan beresiko malah menimbulkan penyakit. Berbahaya, kan.

Vaksin pertama pada kucing yakni terhadap tiga jenis virus; Feline Panleukopenia Virus (FPV), Fleine Calici Cirus (FCV), dan Feline Rhinotracheitis. Tentunya sudah sering dengar ya dengan Panleukopenia, penyakit yang menyerang pencernaan dan sangat mematikan khususnya pada kucing muda. Virus Calici yang biasa dikenal dengan flu kucing juga sangat umum menyerang. Vaksin keduanya, terdapat tambahan satu jenis virus yakni Chlamydia, biasanya menyerang pada bagian mata. Dan untuk vaksin ketiga, keempat virus ditambah satu jenis lainnyan, yakni Rabies. Sudah sangat familiar tentunya dengan jenis virus ini.

Untuk anjing, pada vaksin pertama terhadap empat jenis virus; Canine Distemper Virus (CDV), Canine Hepatitis (Canine Adenovirus), Canine Parvovirus (CPV), Canine Parainfluenza Virus. Distemper dan Parvo sangat berbahaya menyerang pencernaan anjing muda. Pada vaksin kedua mendapat tambahan Leptospira, penyakit yang sering terdengar diperoleh dari kencing tikus. Dan vaksin ketiga, seluruh virus sebelumnya ditambah dengan virus rabies.

Setelah vaksinasi, sama halnya seperti kita akan ada beberapa yang bereaksi pasca vaksinasi. Seperti demam, kurang aktif, kurang nafsu makan, bahkan muntah dan diare. Jika kondisi berlangsung hingga 3 hari, segera hubungi dokter hewan.

Jadi sudah mengerti kan betapa pentingnya vaksinasi, jangan malas dan ragu lagi ya. Sebelum semua menjadi terlambat.

 

Penulis: drh. Mulya Fitranda. AR

Write a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *