GROOVY VETCARE CLINIC

Mengenal Penyakit Canine Parvo Virus (CPV) yang Sangat Menular dan Mematikan Bagi Anak Anjing (Puppy)

Share on facebook
Share on google
Share on twitter
Share on linkedin
Menganl Penyakit Canine Parvo Virus (CPV) yang Sangat Menular dan Mematikan Bagi Anak Anjing (Puppy)

Canine Parvovirus (CPV) adalah penyakit virus yang sangat menular pada anjing. Penyakit ini biasanya menyebabkan masalah pencernaan akut yang sangat parah. Penyakit ini paling sering menyerang anak anjing yang berusia antara 6 sampai 20 minggu atau belum mendapatkan vaksinasi lengkap, tetapi hewan yang lebih tua juga berisiko terinfeksi.

Gejala Penyakit Canine Parvo Virus (CPV)

Apabila anjing terinfeksi oleh virus parvo, anjing akan menunjukkan berbagai gejala, di antaranya adalah:

  • Demam
  • Lesu
  • Diare (terkadang disertai darah)
  • Muntah
  • Dehidrasi
  • Penurunan berat badan yang signifikan

Cara Penularan Penyakit Canine Parvo Virus (CPV)

Virus ini disebut sangat berbahaya karena penyebarannya sangat mudah dalam populasi anjing. Parvovirus dapat ditularkan dengan dua cara. Pertama adalah melalui kontak langsung melalui hidung dan mulut dengan kotoran anjing yang telah terinfeksi, hal ini dapat terjadi saat anjing mengendus atau menjilat kotoran anjing tersebut secara langsung maupun kotoran yang telah melekat pada tubuh anjing lain. Karena anak anjing menjelajahi dunianya menggunakan penciuman dan seringkali memasukkan benda-benda asing ke mulut, seringkali anak anjing tertular virus parvo akibat kebiasaan-kebiasaan tersebut.

Metode penularan kedua adalah melalui kontak tidak langsung. Virus yang telah keluar bersama kotoran anjing yang terinfeksi dapat bertahan hidup pada tanah, rumput, pakaian, peralatan, kulit manusia, dan bahkan seluruh benda lain di lingkungan. Penularan tidak langsung terjadi ketika anjing bersentuhan dengan benda-benda yang telah terkontaminasi tersebut. Sebagai contoh, sepatu yang dikenakan oleh pemilik anjing yang bersentuhan dengan kotoran yang terinfeksi juga dapat membawa virus dari luar ke dalam rumah atau lingkungan tempat anjing tinggal. Hal ini sangat memungkinkan, mengingat terdapat bukti bahwa virus parvo dapat hidup di tanah hingga satu tahun lamanya. Jika Pawrents curiga telah bersentuhan dengan kotoran anjing terinfeksi, cuci daerah yang bersentuhan tersebut dengan desinfektan sebelum masuk ke dalam rumah dan sebelum menyentuh anjing lain ataupun anjing milik Pawrents.

Virus Parvo Dapat Bertahan di Lingkungan untuk Waktu yang Lama

Anjing yang terinfeksi oleh virus parvo akan terus melepaskan virus selama dia sakit dan hingga 10 hari setelah dia sembuh. Parvovirus adalah virus yang sangat tangguh. Virus parvo dapat bertahan hidup di dalam ruangan pada suhu kamar setidaknya selama dua bulan dan tahan terhadap beberapa jenis pembersih dan desinfektan.

Di luar ruangan, parvovirus dapat bertahan selama berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun jika terlindung dari sinar matahari langsung. Inilah alasan mengapa karantina anjing yang terinfeksi lebih baik dilakukan di rumah sakit atau klinik hewan dengan fasilitas perawatan penyakit khusus infeksius dan pembersihan lingkungan yang telah terkontaminasi secara tepat sangat penting untuk dilakukan.

Proses Virus Menyerang Tubuh Anjing yang Telah Terinfeksi Penyakit Canine Parvo Virus (CPV)

Setelah anjing terinfeksi virus parvo, virus bereplikasi. Replikasi ini terjadi di usus kecil, sistem limfatik (kelenjar getah bening, timus, dll.), dan sumsum tulang. Hal ini menyebabkan masalah pencernaan yang parah dan terkadang terjadi miokarditis (radang jantung) pada tingkat kasus yang sudah parah.

Diagnosa yang akurat dan proses karantina yang tepat sangat penting untuk kesehatan anjing milik Pawrents dan juga anjing milik orang lain. Anjing muda berusia antara enam minggu sampai enam bulan dan anjing yang tidak divaksinasi adalah yang paling berisiko tertular parvo.

Cara Dokter Hewan Melakukan Pengobatan pada Anjing yang Terinfeksi Penyakit Canine Parvo Virus (CPV)

Jika anjing milik Pawrents mulai menunjukkan salah satu gejala penyakit virus parvo, segera konsultasikan dengan dokter hewan. Dokter hewan akan melakukan sejumlah pemeriksaan, seperti pemeriksaan fisik, test menggunakan test kit CPV, dan pemeriksaan laboratorium lainnya seperti hematologi dan cek elektrolit untuk mendukung terapi pengobatan. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter dapat mendiagnosis apakah anjing terinfeksi oleh virus parvo atau tidak. Hasil pemeriksaan laboratorium juga dibutuhkan untuk memberikan gambaran yang jelas tentang kondisi dalam tubuh anjing serta tingkat keparahan penyakit yang telah terjadi, sehingga dokter dapat menyesuaikan terapi pengobatan yang akan dilakukan supaya tepat dan efektif.

Parvo adalah virus yang berpotensi menyebabkan anjing sakit hingga kondisi fatal jika tidak ditanggulangi dengan perawatan intensif, dan semakin cepat anjing didiagnosis, akan semakin baik karena dokter hewan bisa segera melakukan terapi pengobatan sebelum kondisi tubuh anjing semakin parah. Dokter hewan akan merekomendasikan untuk merawat anjing yang terlah terinfeksi parvo virus di ruang rawat inap isolasi, dan memberikan terapi suportif serta memantau anjing untuk mengetahui apabila infeksi sekunder terjadi.

Dokter hewan akan meresepkan serangkaian obat, tergantung pada tingkat keparahan kasusnya, termasuk antibiotik untuk mencegah infeksi sekunder yang disebabkan oleh bakteri yang masuk ke tubuh anjing melalui dinding ususnya yang rusak. Lebih buruk lagi, parvo juga mengurangi kemampuan anjing untuk melawan infeksi dengan menurunkan jumlah sel darah putih di dalam tubuhnya. Dokter hewan akan memberi anjing cairan infus pendukung, nutrisi, dan obat-obatan yang diharapkan akan menyelamatkan hidupnya, itulah sebabnya membawa anjing ke dokter hewan adalah hal terbaik yang dapat dilakukan. Dalam beberapa kasus, anak anjing memiliki kesempatan yang lebih besar untuk dapat bertahan hidup apabila sudah melewati masa kritis, yaitu 3 hingga 4 hari pertama gejala klinis muncul.

Pencegahan Penyakit Canine Parvo Virus (CPV)

Penyakit parvo virus adalah penyakit yang dapat dicegah, tetapi anjing yang divaksinasi pun tidak 100% terlindungi dari virus. Meskipun begitu, vaksinasi tetap harus dilakukan untuk menurunkan resiko infeksi oleh virus terjadi, jadi sangat penting untuk memastikan anak anjing milik Pawrents mendapatkan vaksin yang diperlukan pada usia yang tepat. Vaksin untuk parvovirus direkomendasikan untuk semua anak anjing dan biasanya diberikan dalam tiga suntikan secara bertahap.

Baca artikel tentang vaksinasi untuk pet kesayangan kamu!

Suntikan vaksin pertama diberikan saat anak anjing berusia antara 6 hingga 8 minggu. Vaksinasi kedua dilakukan kembali pada usia 10 hingga 12 minggu, dan terakhir vaksin ketiga dilakukan pada usia 14 hingga 16 minggu. Booster vaksin perlu diberikan setiap satu tahun sekali setelah rangkaian vaksinasi tersebut selesai dilakukan. Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, parvo virus menyebar dalam partikel kotoran dan dapat hidup di lingkungan hingga satu tahun. Oleh karena itu, sangat penting untuk memvaksinasi anjing milik Pawrents secara teratur agar terlindung dari ancaman virus yang tidak terlihat ini.

Seperti kebanyakan pencegahan penyakit virus, protokol kesehatan harus dilakukan dengan ketat dan tepat. Hal-hal seperti mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah memegang anjing harus dibiasakan untuk dilakukan, meskipun anjing tersebut terlihat sehat. Membersihkan lingkungan tempat tinggal anjing juga harus dilakukan secara rutin menggunakan desinfektan seperti pemutih pakaian (bleach), TH4, atau desinfektan merk lain. Konsultasikan jenis dan cara desinfeksi lingkungan tempat tinggal anjing dengan dokter hewan. Selain itu, berbagai aspek penting dalam perawatan hewan peliharaan juga harus diperhatikan dan dipastikan seluruhnya sudah dilakukan dengan benar oleh Pawrents agar kesehatan anjingnya selalu terjaga.

Memahami penyakit parvo pada anjing adalah langkah pertama untuk mencegah penyebaran virus berbahaya ini. Pastikan anak anjing milik Pawrents divaksinasi pada usia yang sesuai dan lindungi anak anjing yang belum divaksinasi dengan memeliharanya di lingkungan yang aman. Jika Pawrents mencurigai anak anjingnya menderita penyakit virus parvo, segera hubungi dokter hewan .

Oleh drh. BERLIAN WIDANTI

Leave a Replay

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!